Ternate, Delangiindonesia.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara mencatat jumlah investor pasar modal di Maluku Utara telah mencapai sekitar 77 ribu investor. Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan partisipasi masyarakat dalam investasi, sekaligus menjadi alasan OJK terus memperkuat edukasi dan literasi pasar modal, khususnya di kalangan mahasiswa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang menyasar mahasiswa baru di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate. OJK menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya investasi yang sehat dan bertanggung jawab sejak dini.
Kepala OJK Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa peningkatan jumlah investor harus berjalan seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai investasi yang legal dan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Menurutnya, literasi keuangan menjadi benteng utama untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik investasi ilegal maupun penipuan berkedok investasi.
“Investasi yang baik dimulai dari pemahaman yang benar. Masyarakat, terutama mahasiswa, perlu memastikan setiap produk investasi memenuhi prinsip legal dan logis sebelum memutuskan berinvestasi,” tegas OJK. 
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai instrumen investasi di pasar modal, mekanisme pembukaan rekening efek, hingga pentingnya membangun kebiasaan berinvestasi secara bertahap. OJK berharap mahasiswa tidak hanya menjadi investor, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Secara nasional, OJK mencatat lebih dari separuh investor pasar modal Indonesia berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Kondisi ini memperlihatkan bahwa generasi muda menjadi motor pertumbuhan investor domestik, sehingga edukasi di lingkungan perguruan tinggi dinilai sangat penting untuk memperkuat inklusi keuangan dan menjaga pertumbuhan pasar modal yang sehat.

Tinggalkan Balasan