Ternate, Delangiindonesia.com – Ketersediaan lahan parkir dan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie Ternate kembali menjadi perhatian. Jumat (21/08/2026).
Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan kondisi parkir yang dinilai semrawut serta pelayanan yang belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang keluarga pasien yang datang mengantarkan anggota keluarganya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Menurut dia, kesulitan mendapatkan tempat parkir menjadi persoalan sejak pertama kali tiba di kawasan rumah sakit. Kondisi itu dinilai menyulitkan keluarga pasien, terutama mereka yang datang dalam kondisi membutuhkan pelayanan medis segera.
“Kami datang ke rumah sakit untuk mengantar keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi justru kesulitan mendapatkan tempat parkir. Setelah itu, pelayanan yang kami terima juga belum seperti yang kami harapkan,” ujar keluarga pasien tersebut.
Ia berharap pihak rumah sakit dapat membenahi pengelolaan kawasan parkir sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarganya.
Menurutnya, rumah sakit semestinya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Karena itu, persoalan parkir maupun pelayanan tidak seharusnya menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi kesehatan.
Keluhan mengenai pengelolaan parkir di RSUD Chasan Boesoirie sebelumnya juga pernah disampaikan warga.
Pada 2025, sejumlah masyarakat menyoroti sistem dan tarif parkir yang dinilai membebani keluarga pasien yang harus keluar-masuk rumah sakit.
Namun, pada Juli 2026, pihak RSUD Chasan Boesoirie menerapkan kebijakan drop-off gratis selama maksimal 10 menit bagi kendaraan yang hanya mengantar pasien.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sejak pasien memasuki kawasan rumah sakit.
Dengan adanya keluhan terbaru tersebut, masyarakat berharap kebijakan pelayanan dan pengelolaan parkir dapat benar-benar diterapkan secara efektif di lapangan.
Selain persoalan parkir, keluarga pasien juga meminta agar petugas memberikan pelayanan yang lebih cepat, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan pasien maupun keluarga.
Sebagai rumah sakit rujukan di Maluku Utara, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Karena itu, kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga mencakup pengalaman pasien sejak memasuki area rumah sakit.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie terkait keluhan keluarga pasien tersebut.

Tinggalkan Balasan