Halsel, Delangiindonesia.com- Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan Desa Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, mengalami krisis air bersih. Berkurangnya curah hujan membuat sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat mengalami penurunan debit secara signifikan.

Kondisi tersebut memaksa warga mencari air dari sumber yang masih tersisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah warga terlihat membawa jeriken dan galon untuk mengambil air, bahkan harus menempuh jarak tertentu demi mendapatkan air bersih.

Akademisi Universitas Nurul Hasan Bacan, Nasir Haya, S.Pi., M.Si, mengatakan kondisi kekeringan di Desa Kukupang sudah berdampak langsung pada aktivitas masyarakat karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Kondisi kekeringan di Desa Kukupang bukan hanya persoalan kurangnya air, tetapi telah menjadi persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah,” ujar Nasir.

Sejumlah warga terlihat membawa jeriken dan galon demi mendapatkan ai bersih.

Menurutnya, keterbatasan air tidak hanya menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga mengganggu aktivitas mandi, mencuci, membersihkan lingkungan, hingga kebutuhan sanitasi keluarga.

Nasir menjelaskan, apabila kondisi kemarau terus berlangsung tanpa penanganan yang memadai, beban masyarakat akan semakin berat. Selain itu, keterbatasan air juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan karena masyarakat akan kesulitan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Ia menilai sumber air yang masih tersedia juga perlu mendapat perhatian dari sisi kualitas dan kebersihannya agar aman digunakan masyarakat.

Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Nasir berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama instansi terkait segera mengambil langkah darurat dengan mendistribusikan air bersih ke Desa Kukupang menggunakan mobil tangki atau sarana pengangkutan air lainnya secara berkala.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan menyediakan bak atau tempat penampungan air agar distribusi air dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih efektif.

“Bantuan air bersih sangat dibutuhkan selama musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya.

Dorong Solusi Jangka Panjang

Selain penanganan darurat, Nasir menilai pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain pembangunan sumur bor, bak penampungan air, jaringan perpipaan, sistem penampungan air hujan, hingga pengembangan sumber air alternatif yang sesuai dengan kondisi geografis Desa Kukupang.

Ia juga mendorong pemerintah melakukan kajian terhadap potensi sumber air yang dapat dikembangkan sebagai penyediaan air bersih berkelanjutan bagi masyarakat.

Masyarakat Desa Kukupang berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan segera menghadirkan solusi yang cepat, tepat, dan berkesinambungan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter