Halmahera Tengah, Delangi.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Halmahera Tengah merumuskan sejumlah gagasan kebijakan berbasis riset untuk menjawab tantangan pembangunan di tengah pesatnya pertumbuhan industri nikel.

Gagasan tersebut dipresentasikan dalam babak final Kompetisi Ide Kebijakan Halmahera Tengah 2026, yang mempertemukan lima tim finalis dari berbagai unsur pemerintahan daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Penelitian Aksi Partisipatoris Participatory Action Research/PAR yang diinisiasi Dala Institute dan eLSiL Kie Raha bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Hasil penelitian di sejumlah wilayah terdampak pembangunan industri menjadi dasar peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan. Persoalan yang diangkat meliputi layanan kesehatan, lingkungan, kualitas sumber daya manusia, ekonomi lokal, hingga kesiapan daerah menghadapi masa pascatambang.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Faduli Sehat ditetapkan sebagai Juara I. Tim ini menawarkan strategi penguatan layanan kesehatan melalui penataan tenaga kesehatan, integrasi pelayanan primer, serta kemitraan publik-swasta di kawasan lingkar industri.

Juara II diraih Tim Falgali, sementara Tim Ekonomi Halteng meraih Juara III. Adapun Tim Faberesi Halteng dan Tim Blue Future Fagoguru masing-masing meraih Harapan I dan Harapan II.

Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si., saat membuka kegiatan mengingatkan peserta agar gagasan kebijakan tidak hanya berorientasi pada penciptaan program baru.

Ket: Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si., saat membuka kegiatan

Menurutnya, peserta juga perlu melihat kembali kebijakan yang telah berjalan untuk menemukan ruang perbaikan sehingga lebih efektif menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Jangan hanya berpikir membuat program baru. Kita juga harus melihat kebijakan yang sudah ada, apakah masih relevan, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana membuatnya lebih efektif,” ujar Ikram.

Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi akibat industri tidak hanya dilihat dari sisi angka.

“Kita tidak boleh bersenang-senang saja dengan pertumbuhan ini. Kita harus tetap jujur dengan kondisi nyatanya.”

Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat sektor ekonomi di luar pertambangan, seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan, sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Bapperida Halmahera Tengah, Husen Ali, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi belum otomatis menghasilkan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Transformasi ekonomi yang luar biasa menciptakan fiscal space, tetapi fiscal space tidak otomatis menjadi social value.”

Melalui kompetisi ini, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam memperkuat kebijakan pembangunan daerah.

Rangkaian penelitian tersebut akan berlanjut hingga tahap diseminasi pada Desember 2026 untuk memperluas pembelajaran dan mendorong kebijakan Halmahera Tengah yang lebih kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.