Ternate, Delangi.com- Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Ternate Periode 2025–2026 melaksanakan Rapat Pleno I pada 23–24 Agustus 2026 di Sekretariat KAHMI MW Maluku Utara sebagai forum evaluasi kinerja kepengurusan selama semester pertama. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama untuk meninjau capaian program, mengidentifikasi tantangan organisasi, serta merumuskan langkah strategis guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pada semester ke-II.
Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Ternate, Siti Sakinah Kasturian menjelaskan bahwa tema “HMI Return: KOHATI Bersinergi Menuju Inklusifitas” merupakan ikhtiar untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa kemajuan organisasi akan semakin optimal ketika seluruh potensi dan instrumen yang ada di dalamnya memperoleh ruang untuk berkembang secara seimbang. Inklusif dimaknai sebagai upaya menghadirkan perhatian yang lebih komprehensif terhadap berbagai isu strategis termasuk agenda pemberdayaan perempuan yang menjadi salah satu fokus gerakan KOHATI.
Agenda Pemberdayaan Perempuan tidak seharusnya dipahami sebagai agenda yang eksklusif milik kader perempuan semata, sebab pembangunan kesadaran yang setara tidak akan terwujud apabila pemahaman tersebut hanya dimiliki oleh satu kelompok (gender) saja.
Dalam forum pleno, laporan dan evaluasi kepengurusan turut disampaikan oleh Nurmala J. Ade selaku Ketua Bidang Eksternal didampingi Nursafitri Hi. Ahmad selaku Fungsionaris Hubungan Antar Lembaga (HAL), Sartika Syukur selaku Fungsionaris Bidang Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO) yang mewakili Bidang Internal, serta Faujia Raden selaku Bendahara Umum KOHATI Cabang Ternate. Masing-masing menyampaikan capaian program, tantangan pelaksanaan kegiatan, serta berbagai rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kinerja organisasi pada semester berikutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa HMI tidak mengajarkan pemisahan antara agenda laki-laki dan agenda perempuan. Sebagai organisasi kader, HMI menempatkan seluruh kader sebagai bagian dari perjuangan yang sama dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. Hal ini juga tercermin dalam Pedoman Dasar KOHATI (PDK) yang mengamanatkan empat orientasi utama gerakan KOHATI, yakni 1. ke-Islaman, 2. ke-Indonesiaan, 3.ke-Intelektualan, dan 4.ke-Perempuanan. Urutan isu tersebut menunjukkan bahwa ranah kerja Bidang Pemberdayaan Perempuan KOHATI tidak hanya terbatas pada isu keperempuanan, tetapi juga dapat menjadi bagian penggerak perubahan untuk isu yang lainya.
Melalui Rapat Pleno I ini, KOHATI HMI Cabang Ternate menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas organisasi, membangun sinergi ke dalam (Cabang – Komisariat maupun dan sinergi keluar antar komisariat, antar Bidang) serta menciptakan ruang kaderisasi yang inklusif dan berkelanjutan guna melahirkan Muslimah Berkualitas Insan Cita yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan