Ternate, Delangiindonesia.com- Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) di area pelabuhan perusahaan mendapat sorotan dari sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda.
Himpunan Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA-GABSEL) bersama RERAT Maluku Utara mendesak manajemen PT GMM bertanggung jawab atas kecelakaan yang merenggut nyawa pekerja tersebut.
Mereka juga meminta Bupati Halmahera Selatan segera melakukan evaluasi terhadap Direktur PT GMM terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
Sorotan tersebut muncul setelah organisasi mahasiswa dan pemuda itu menghimpun informasi mengenai kronologi kecelakaan. Mereka menduga kecelakaan terjadi setelah kendaraan operasional yang dikemudikan korban mengalami rem blong.
HIPMA-GABSEL dan RERAT MALUT menilai dugaan kerusakan pada sistem pengereman kendaraan perlu menjadi perhatian serius. Menurut mereka, kendaraan yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan seharusnya melalui pemeriksaan kelayakan dan pengecekan sebelum digunakan.
Mereka meminta dugaan tersebut tidak berhenti pada persoalan teknis di lapangan, tetapi turut diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam pemeliharaan kendaraan dan penerapan standar keselamatan kerja.
“Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama perusahaan. Jangan sampai persoalan perawatan kendaraan justru menjadi faktor yang mengancam keselamatan pekerja,” demikian sikap yang disampaikan kedua organisasi tersebut.
Selain meminta pertanggungjawaban manajemen, mereka juga mendesak dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan operasional yang digunakan di area pelabuhan PT GMM.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh kendaraan berada dalam kondisi layak digunakan dan memenuhi standar keselamatan kerja.
HIPMA-GABSEL dan RERAT MALUT juga meminta aparat penegak hukum serta Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Maluku Utara melakukan pemeriksaan terhadap kecelakaan tersebut.
Mereka berharap proses pemeriksaan dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara terang, termasuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keselamatan kerja.
Menurut mereka, persoalan tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai kecelakaan biasa. Keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional.
“Nyawa pekerja bukan sekadar angka statistik. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa ini,” tegas mereka.
Mereka juga meminta perusahaan memberikan hak-hak korban dan santunan kepada keluarga sesuai ketentuan yang berlaku serta membuka hasil pemeriksaan secara transparan.
HIPMA-GABSEL dan RERAT MALUT menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga penyebab kecelakaan diketahui dan terdapat langkah konkret untuk memperbaiki penerapan K3 di lingkungan PT GMM.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT GMM maupun Bupati Halmahera Selatan terkait tuntutan evaluasi dan dugaan persoalan keselamatan kerja tersebut.




Tinggalkan Balasan