Ternate, Delangiindonesia.com- Pemikiran filsuf Yunani, Plato, tentang kepemimpinan menjadi refleksi penting bagi dinamika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Melalui karyanya Republic, Plato menegaskan pentingnya kebijaksanaan dan pengetahuan dalam menjalankan kekuasaan.
Dalam konteks HMI, kepemimpinan tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan memenangkan kontestasi, menggalang dukungan, atau membangun loyalitas personal. Lebih dari itu, pemimpin harus memiliki kedalaman gagasan, integritas, serta kemampuan menempatkan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi.
Demokrasi organisasi memang membuka ruang kompetisi. Namun, ketika popularitas dan transaksi dukungan lebih dominan daripada kualitas pemikiran, proses kaderisasi berisiko kehilangan substansinya.
HMI sebagai ruang pembentukan intelektual dan moral kader membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya cakap berorganisasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan umat dan bangsa.
Meski demikian, kebijaksanaan bukan alasan untuk memusatkan kekuasaan pada segelintir elite. Pemimpin yang baik harus terbuka terhadap dialog, kritik, dan koreksi.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan sekadar tentang siapa yang menang dalam kontestasi, melainkan siapa yang mampu mengubah jabatan menjadi pengabdian dan gagasan menjadi tindakan nyata.
Penulis: Angga Putra Pratama
S.H., M.H., CPM., CPArb. (Wasekjen PB HMI)
| Bakal Calon Ketua Umum PB HMI




Tinggalkan Balasan