Ternate, Delangiindonesia.com- Pelindo Terminal Petikemas Ternate bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung penyelenggaraan layanan kepelabuhanan melalui pendekatan cooperative communication.
Penguatan komunikasi kolaboratif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang semakin efektif antara operator terminal dan regulator, khususnya dalam memastikan kegiatan kepelabuhanan berjalan aman, tertib, efisien, dan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa.
Cooperative communication menjadi pendekatan yang mendorong keterbukaan informasi, kesamaan pemahaman, serta koordinasi yang responsif antara para pemangku kepentingan. Dalam konteks kepelabuhanan, komunikasi yang efektif menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan berbagai aktivitas operasional dapat berjalan selaras dengan aspek keselamatan, keamanan, kepatuhan, dan pelayanan.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo menyampaikan bahwa hubungan antara operator dan regulator tidak hanya dibangun melalui pemenuhan aspek administratif, tetapi juga melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif dalam menghadapi dinamika operasional di lapangan.
“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak dengan fungsi dan kewenangan yang berbeda. Karena itu, dibutuhkan komunikasi yang terbuka dan kolaboratif agar setiap pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi dan kebutuhan di lapangan. Melalui cooperative communication, kita ingin membangun koordinasi yang tidak hanya bersifat responsif ketika terjadi permasalahan, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi berbagai potensi tantangan operasional,” ujar Capt. Hendri Ginting Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo (Persero).
Menurutnya, penguatan sinergi antara Pelindo dan KSOP merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Koordinasi yang efektif antara regulator dan operator diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pelayanan yang lebih efektif sekaligus memberikan kepastian bagi pengguna jasa.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala KSOP Kelas II Ternate menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan antara KSOP dan Pelindo merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan kepelabuhanan, khususnya dari sisi keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
“Sinergi antara KSOP dan Pelindo perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang efektif, serta pemahaman terhadap tugas dan kewenangan masing-masing. Dengan komunikasi yang baik, berbagai dinamika operasional di lapangan dapat dikoordinasikan secara lebih cepat dan tepat, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta ketentuan yang berlaku,” ujar Rushan Muhammad Kepala KSOP Kelas II Ternate.
Dalam pelaksanaannya, cooperative communication diarahkan untuk memperkuat pertukaran informasi terkait kondisi operasional, penyelarasan kegiatan, identifikasi potensi kendala, serta koordinasi dalam merespons berbagai kondisi yang membutuhkan penanganan lintas pemangku kepentingan.
Terminal Head TPK Ternate menyampaikan bahwa penguatan komunikasi dengan KSOP memberikan ruang koordinasi yang lebih efektif dalam menjaga keberlangsungan kegiatan operasional terminal.
“TPK Ternate berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang konstruktif dengan KSOP dan seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi yang baik akan mendukung kami dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus memastikan setiap kegiatan tetap dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, kepatuhan, produktivitas, dan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Sinergi antara Pelindo dan KSOP menjadi semakin strategis mengingat pelabuhan merupakan salah satu simpul penting dalam rantai logistik dan konektivitas wilayah. Efektivitas pelayanan di pelabuhan tidak hanya ditentukan oleh kinerja operator, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang kuat antara regulator, operator, pengguna jasa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.
Melalui komunikasi yang kolaboratif, kedua pihak berupaya membangun pola koordinasi yang lebih terintegrasi, dengan mengedepankan keterbukaan informasi dan penyelesaian isu secara konstruktif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan kepelabuhanan yang semakin andal dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa.
Bagi TPK Ternate, penguatan sinergi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung kelancaran arus logistik dan konektivitas antarpulau di wilayah Maluku Utara. Dengan dukungan koordinasi yang baik antara regulator dan operator, aktivitas kepelabuhanan diharapkan dapat terus berjalan secara aman, tertib, efisien, dan berkelanjutan.
Ke depan, Pelindo dan KSOP Kelas II Ternate berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat komunikasi serta koordinasi secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi instrumen dalam penyelesaian isu operasional, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.
Tentang PT Pelindo Terminal Petikemas
PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan bagian dari grup usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang berperan sebagai subholding pengelola bisnis terminal peti kemas. Perusahaan dibentuk pasca integrasi Pelindo yang berlaku sejak 1 Oktober 2021 dan saat ini mengelola 32 terminal peti kemas di berbagai wilayah strategis Indonesia serta didukung oleh 7 anak perusahaan. Dengan jaringan terminal yang luas dan terintegrasi, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, efisien dan berstandar internasional.
Untuk informasi lebih lanjut:
Anwar Pae
Terminal Head TPK Ternate
PT Pelindo Terminal Petikemas
HP : +62 811-2841-111
Email : info@pelindotpk.co.id




Tinggalkan Balasan