Taliabu, Delangiindonesia.com- Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Taliabu Utara, Maluku Utara, khususnya di sejumlah titik yang berada di Desa Tikong, Nunu, Padang hingga Ufung. Kebakaran dilaporkan masih berlangsung hingga Minggu malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Delangiindonesia, kebakaran terjadi di sejumlah kebun milik masyarakat. Titik api terus berpindah dan meluas dari satu lokasi ke lokasi lainnya sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Sejumlah titik yang terdampak antara lain Salome, Padang Tenga, Samumu, Rumah Tiga, Rumah Empat, kemudian kembali ke kawasan Salome. Api juga dilaporkan meluas hingga ke kawasan Air Pala, Ufung dan Camar, termasuk di sekitar pos BMI.
Meski kebakaran meluas, hingga saat ini belum ada laporan rumah warga yang terbakar. Korban yang mengalami kondisi serius juga belum dilaporkan.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT), Anggriani, mengatakan beberapa relawan mengalami kondisi kurang baik saat membantu proses penanganan kebakaran.
“Korban tidak ada yang parah. Paling satu sampai dua orang relawan sempat pingsan karena kelelahan. Ada juga yang mengalami sesak napas akibat asap, terutama mereka yang berada di titik-titik api,” kata Anggriani.
Menurutnya, kondisi kebakaran masih sulit dipastikan karena titik api terus berpindah. Api yang sebelumnya berada di satu lokasi kemudian muncul kembali di lokasi lainnya.
“Api tidak menentu. Dari Salome pindah ke Padang Tenga, Samumu, Rumah Tiga, Rumah Empat, kemudian kembali lagi ke Salome. Setelah itu melebar ke Air Pala sampai ke Ufung dan Camar di sekitaran pos BMI,” ujarnya.
Anggriani menyebut api kembali terlihat sejak siang dan masih menyala hingga Minggu malam. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan relawan masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik.
Ia berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan secara serius, mengingat asap juga mulai mengganggu warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Kami berharap penanganan bisa dilakukan dengan cepat karena api masih ada dan terus berpindah. Asap juga cukup mengganggu warga, terutama yang berada dekat dengan titik kebakaran,” katanya.




Tinggalkan Balasan