Ternate, DelangiIndonesia.com- Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Ternate, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang masyarakat menurun, terutama pada pagi hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan adanya sebaran asap dari kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengatakan asap yang terpantau di Ternate merupakan dampak dari kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah.

Menurutnya, asap dari wilayah yang mengalami kebakaran dapat terbawa oleh pergerakan angin hingga mencapai Kota Ternate dan wilayah sekitarnya.

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan atmosfer di Ternate tampak berkabut dan jarak pandang berkurang. Situasi ini juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama transportasi yang membutuhkan jarak pandang cukup baik.

BMKG melalui pemantauan satelit turut mendeteksi adanya sebaran asap di sejumlah wilayah Maluku Utara. Pergerakan asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin sehingga konsentrasinya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Fahmi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya ketika kondisi asap semakin pekat. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.

Selain itu, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

BMKG juga meminta masyarakat mengikuti informasi dan perkembangan cuaca serta kondisi udara dari sumber resmi untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter