Ternate, Delangiindonesia.com- Pihak yang diduga sebagai pelaku dalam kasus pemukulan sesama kader HMI Cabang Ternate memberikan klarifikasi terkait isu adanya permintaan biaya ganti rugi sebesar Rp40 juta dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa informasi mengenai adanya permintaan atau pembayaran ganti rugi sebesar Rp40 juta tidak benar. Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik agar persoalan yang sedang berjalan tidak berkembang menjadi opini yang tidak sesuai dengan fakta.
Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa tidak memiliki keterlibatan maupun kaitan dengan tulisan opini berjudul “40 Juta Hari Ini, Tapi Mematikan Dinamika Konfercab yang Akan Datang”. Tulisan tersebut, menurut mereka, bukan bagian dari pernyataan maupun sikap yang mereka sampaikan dalam persoalan tersebut.
Mereka menilai, pengaitan persoalan yang sedang berlangsung dengan tulisan opini tersebut justru berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah terdapat hubungan antara persoalan Rp40 juta dengan dinamika Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Cabang Ternate.
Pihak yang diduga sebagai pelaku kembali menegaskan bahwa nominal Rp40 juta yang disebut dalam tulisan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan atau penyelesaian persoalan sebagaimana yang diberitakan.
Menurut mereka, informasi mengenai nominal tersebut seharusnya tidak disampaikan sebagai sebuah fakta apabila tidak didukung bukti maupun keterangan yang jelas dari pihak-pihak yang terlibat.
Mereka juga meminta agar informasi yang telah beredar mengenai adanya ganti rugi Rp40 juta diperiksa kembali kebenarannya. Jika terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi, mereka berharap dilakukan pelurusan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah publik.
Klarifikasi tersebut disampaikan bukan untuk memperpanjang persoalan, melainkan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus menegaskan bahwa isu mengenai ganti rugi Rp40 juta tidak seharusnya diarahkan menjadi bagian dari dinamika organisasi.
Di sisi lain, mereka turut mengkritisi isi tulisan yang mengaitkan persoalan tersebut dengan masa depan Konfercab HMI Cabang Ternate. Menurut mereka, Konfercab tidak semestinya dilihat hanya dari satu persoalan yang sedang berlangsung.
Mereka berpandangan bahwa masa depan organisasi ditentukan oleh kualitas kader, kedewasaan dalam berkompetisi, kepatuhan terhadap konstitusi organisasi, serta kemampuan menjaga ruang dialog yang sehat.
Menurut mereka, dinamika Konfercab seharusnya menjadi ruang untuk menguji kualitas gagasan dan kapasitas kader dalam membawa organisasi ke arah yang lebih baik, bukan sekadar menjadi arena untuk membawa persoalan tertentu ke dalam kontestasi organisasi.
Pandangan tersebut kemudian dikaitkan dengan cita-cita Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk membentuk insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.
Cita-cita tersebut, menurut mereka, menempatkan intelektualitas sebagai salah satu fondasi penting dalam perjalanan organisasi.
Budaya intelektual HMI dinilai tidak hanya tercermin melalui aktivitas membaca buku, berdiskusi, menulis artikel, maupun melakukan kajian. Lebih dari itu, budaya intelektual juga harus terlihat dari kedewasaan kader dalam berpikir, bersikap, dan mengambil tindakan.
“Budaya intelektual tidak dapat dipersempit hanya pada aktivitas membaca buku, mengadakan diskusi, menulis artikel, dan membuat kajian. Kedewasaan dalam berpikir dan mengambil tindakan menjadi bukti bahwa budaya intelektual masih dijaga dan dirawat di organisasi ini. Kader harus kritis, bukan kasar,” demikian pernyataan mereka.
Mereka kemudian mengimbau seluruh pihak agar menghormati proses penyelesaian persoalan yang sedang berlangsung dan tidak menjadikan informasi yang belum terkonfirmasi sebagai bahan untuk membentuk opini di ruang publik.
Mereka juga berharap dinamika organisasi tetap dijaga melalui ruang dialog serta sikap yang mengedepankan nilai-nilai intelektualitas, kedewasaan dalam berkompetisi, dan komitmen terhadap masa depan HMI.




Tinggalkan Balasan