Jakarta, Delangiindonesia.com- Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dengan mengganti Menteri Keuangan. Dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara, Senin (14/9), Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat sekitar satu tahun.

Pergantian ini menjadi salah satu reshuffle paling penting di bidang ekonomi sejak pemerintahan Prabowo terbentuk. Suahasil Nazara bukan sosok baru di Kementerian Keuangan. Ia merupakan Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan dikenal sebagai birokrat karier yang terlibat langsung dalam penyusunan serta pengelolaan kebijakan fiskal negara.

Pelantikan Suahasil dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik dan pelaku pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia. Pemerintah menyebut pergantian tersebut sebagai bagian dari penyegaran kabinet untuk memperkuat kinerja pemerintahan, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pengelolaan APBN.

Usai dilantik, Suahasil menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memastikan komunikasi kebijakan yang dapat dipercaya, serta menjadikan APBN tetap mendukung seluruh program prioritas Presiden Prabowo. Ia juga menegaskan komitmennya mempertahankan defisit fiskal di bawah batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana diamanatkan dalam aturan keuangan negara.

Pergantian Purbaya terjadi setelah masa jabatannya diwarnai berbagai dinamika ekonomi. Selama setahun terakhir, Indonesia menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya tekanan terhadap defisit anggaran, hingga muncul kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional bahkan menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari positif menjadi negatif dengan alasan ketidakpastian kebijakan fiskal dan rencana belanja pemerintah yang dinilai agresif.

Kontroversi terbaru muncul setelah Purbaya menyatakan dana Danantara Indonesia sebesar Rp120 triliun akan digunakan untuk membantu menutup target defisit APBN tahun ini. Pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh pimpinan Danantara yang menyebut rencana tersebut tidak pernah dibahas, sehingga memicu pertanyaan dari pelaku pasar mengenai koordinasi kebijakan ekonomi pemerintah.

Di sisi lain, Suahasil dipandang memiliki pengalaman panjang dalam menjaga disiplin fiskal. Selama mendampingi beberapa Menteri Keuangan sebelumnya, ia terlibat dalam reformasi perpajakan, pengelolaan utang negara, hingga penyusunan APBN pada masa pandemi dan pemulihan ekonomi. Latar belakang tersebut dinilai menjadi alasan kuat Presiden Prabowo memilihnya untuk memimpin Kementerian Keuangan di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Reshuffle ini juga dibaca sebagai upaya Presiden Prabowo mengembalikan kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi pemerintah menjelang pelaksanaan APBN 2027. Pemerintah sebelumnya mengajukan rancangan APBN dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan defisit sebesar 2,4 persen PDB, sembari tetap membiayai berbagai program prioritas nasional.

Dengan dilantiknya Suahasil Nazara, perhatian kini tertuju pada langkah awal Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kepercayaan investor, dan memastikan keberlanjutan pembiayaan program-program strategis pemerintahan Prabowo.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter