Bekasi, Delangiindonesia.com- Sebanyak 11 taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD (PTDI-STTD) yang berasal dari Provinsi Maluku Utara resmi menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda pada 12 September 2026.
Para wisudawan merupakan peserta pendidikan melalui Pola Pembibitan Pemerintah Daerah Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia bidang transportasi di daerah.
Dari total 11 wisudawan tersebut, sebanyak 10 orang berasal dari Program Diploma IV Transportasi Darat (D-IV Transdar), yang terdiri atas 5 orang dari Kota Ternate dan 5 orang dari Kota Tidore Kepulauan. Sementara itu, 1 wisudawan lainnya berasal dari Program Diploma III Manajemen Transportasi Jalan (D-III MTJ) Kota Tidore Kepulauan.
Dengan demikian, Kota Ternate pada periode kelulusan ini memiliki 5 lulusan, sedangkan Kota Tidore Kepulauan memiliki 6 lulusan, dengan total keseluruhan 11 wisudawan asal Maluku Utara.
Kelulusan tersebut menjadi salah satu hasil dari pelaksanaan pendidikan melalui skema pola pembibitan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Melalui skema ini, putra-putri daerah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan transportasi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional pada sektor perhubungan di daerah masing-masing.
Selama menempuh pendidikan di PTDI-STTD, para taruna dibekali kompetensi di bidang transportasi darat, mulai dari perencanaan dan manajemen transportasi, lalu lintas dan angkutan jalan, keselamatan transportasi, hingga pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan sistem transportasi. Pendidikan tersebut juga menekankan disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan pelayanan transportasi yang aman dan berorientasi kepada masyarakat.
Bagi para wisudawan, selesainya pendidikan bukan merupakan akhir dari proses pembelajaran. Setelah mengikuti wisuda, mereka akan kembali ke Maluku Utara untuk mengabdikan kompetensi yang telah diperoleh kepada pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Perhubungan Kota Ternate dan Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan sesuai dengan mekanisme penempatan dan ketentuan yang berlaku.
Kehadiran lulusan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor transportasi di kedua daerah. Tantangan transportasi di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara memerlukan aparatur yang tidak hanya memahami aspek teknis lalu lintas dan transportasi darat, tetapi juga mampu melihat keterhubungan transportasi secara lebih luas dengan simpul pelabuhan, kawasan perkotaan, pusat pelayanan masyarakat, serta jaringan transportasi antarpulau.

Bagi Kota Ternate, kebutuhan terhadap pengelolaan transportasi semakin penting seiring dengan tingginya aktivitas perkotaan, pertumbuhan kendaraan, keterbatasan ruang jalan, serta kebutuhan peningkatan keselamatan dan pelayanan angkutan. Sementara itu, Kota Tidore Kepulauan memiliki karakter wilayah yang membutuhkan pengelolaan transportasi yang mampu menjembatani mobilitas masyarakat antarwilayah dan mendukung keterhubungan antara pusat-pusat kegiatan.
Karena itu, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan penyelenggaraan transportasi daerah, seperti pengelolaan lalu lintas, peningkatan keselamatan jalan, pengembangan angkutan umum, manajemen dan rekayasa lalu lintas, pengelolaan perlengkapan jalan, pengumpulan dan analisis data transportasi, serta penyusunan kebijakan transportasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Kelulusan 11 putra-putri Maluku Utara tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, PTDI-STTD, dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia transportasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan daerah.
Melalui pola pembibitan, pendidikan tinggi transportasi tidak berhenti pada proses menghasilkan lulusan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan antara pendidikan, kebutuhan organisasi pemerintah daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Setelah beberapa tahun menjalani pendidikan dan pembentukan di PTDI-STTD, para wisudawan kini memasuki tahap baru sebagai insan transportasi yang akan kembali ke daerah asal. Ilmu, pengalaman, disiplin, serta kompetensi yang diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kembalinya para lulusan ke Ternate dan Tidore Kepulauan juga membawa harapan agar generasi muda Maluku Utara semakin banyak mengambil peran dalam pengembangan sektor transportasi daerah. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga menjadi bagian dari generasi aparatur yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat keselamatan, serta membangun sistem transportasi daerah yang semakin tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan