Sofifi, Delangiindonesia.com- Sebanyak 43.147 pohon tanaman perkebunan milik warga di Kabupaten Pulau Taliabu dilaporkan mati akibat kekeringan yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota DPRD Maluku Utara, Pardin Isa, mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan membantu petani terdampak.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kecamatan Taliabu Barat Laut per 16 Oktober 2026, dampak tersebut meliputi 136,87 hektare lahan di Desa Nggele, Onemay, dan Salati, dengan sedikitnya 340 pemilik lahan.

Tanaman cengkeh menjadi komoditas paling terdampak dengan 28.913 pohon mati, disusul 7.911 pohon kakao, 5.235 pohon pala, dan 1.046 pohon kelapa.

“Puluhan ribu pohon tanaman perkebunan warga mati akibat kekeringan. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian Pemprov Malut,” tegas Pardin, Sabtu (17/10/2026).

Politikus Partai NasDem itu juga menyoroti pentingnya pembangunan jalan tani sebagai akses pengangkutan hasil perkebunan sekaligus mempercepat mobilisasi petugas dan peralatan ketika terjadi kebakaran.

Ia menilai, penanganan dampak karhutla tidak boleh hanya dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Pemerintah provinsi perlu memberikan dukungan nyata, termasuk bantuan pemulihan perkebunan dan pembangunan infrastruktur produksi.

“Selain Pemkab Taliabu, Pemprov Malut juga harus mengambil langkah intervensi untuk membantu dan menyelamatkan para petani. Ini bukan kerugian kecil, karena tanaman tersebut merupakan hasil kerja keras yang mereka rawat selama puluhan tahun,” pungkasnya.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter