Ternate, Delangiindonesia.com- Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Asap yang berasal dari tumpukan sampah disebut turut memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Ternate.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, dr. Haryadi Ahmad, setelah dirinya bersama Komisi IV DPRD Malut meninjau langsung kawasan TPA Buku Deru-Deru.
Haryadi menyebut dampak asap kebakaran mulai terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Jika sebelumnya kasus ISPA berada pada kisaran 35 hingga 50 pasien dalam satu bulan, dalam dua pekan terakhir jumlahnya disebut telah menembus lebih dari 100 pasien.
Menurut Haryadi, asap dari kebakaran TPA memiliki karakteristik berbeda dengan asap kebakaran hutan dan lahan. Material yang terbakar di lokasi pembuangan sampah dapat menghasilkan partikel dan senyawa tertentu yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan.
Karena itu, ia meminta penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan dampak kesehatan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan titik api dapat diidentifikasi dan diisolasi sehingga tidak terus menghasilkan asap,” ujar Haryadi.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memastikan kebutuhan perlindungan masyarakat tersedia, terutama masker dengan standar perlindungan yang memadai seperti KN95.
Selain pemerintah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum kembali normal. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Sementara itu, penanganan kebakaran TPA Buku Deru-Deru masih dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebelumnya juga telah memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemadaman sekaligus menyiapkan langkah pembenahan sistem pengelolaan TPA.
Persoalan kebakaran TPA tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan pemadaman api, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan dan kesehatan warga. Karena itu, penanganan darurat dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola sampah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.




Tinggalkan Balasan